Tugas Sekretaris RT / RW Tidak Hanya Mengetik Surat Pengantar

Tugas Sekretaris RT RW, Sekreatis sebuah kata yang akan bawa khayalan beberapa orang pada suatu tipe pekerjaan yang kuat hubungannya dengan menulis surat, lakukan pengarsipan, dan bermacam hal untuk memudahkan pekerjaan seorang bos atau atasan. Untuk yang lebih imajinatif alias suka berangan-angan, sering dihubungkan dengan seorang wanita dengan rok mini dan wajahnya elok. Sebuah karier yang dipandang cukup pretisius.

Tidak begitu dengan yang bernama Sekretaris RT (Rukun Tetangga) atau RW (Rukun Masyarakat). Kedudukan sekretaris RT/RW ialah suatu hal yang paling tidak diinginkan untuk diterima oleh masyarakat dalam suatu lingkungan.

Tidak dibayarkan dan kadang kerap bertemu dengan masyarakat yang protes.

Memang, status sebagai sekretaris RT/RW bukan pekerjaan yang prospektif. Status ini lebih sebuah kerja sosial untuk mereka yang “kurang kerjaan” atau ingin mengubah lingkungannya jadi lebih baik.

Baca Juga :

Tidak bagus dan tidak janjikan.

Walau sebenarnya, dalam sebuah warga kecil dengan cakupan 30-50 kepala keluarga, peranannya penting sekali. Dia bisa menjadi seseorang yang bekerja keluarkan Surat Pengantar, sebuah surat yang perlu untuk masyarakat untuk mengurusi bermacam hal, dimulai dari pengerjaan KTP, Paspor, Akta Kelahiran dan ada banyak hal-hal lain. Tanpa peranan seorang sekretaris RT, banyak proses administrasi kewarganegaraan yang tidak dapat berjalan.

Bagaimana juga, seperti mekanisme kependudukan di Indonesia, RT dan RW ialah garda depan dalam servis pada masyarakat.

Keutamaan seorang sekretaris RT/RW dalam sebuah warga tidak cuma hanya itu. Meskipun banyak masyarakat berpandangan jika tempatnya ada dalam bawah Ketua RT, sesungguhnya tidak pas disebutkan begitu. Kedudukan sekretaris lebih pas dilihat sebagai “Mitra”.

Pekerjaannya, kecuali mengurusi surat menyurat, ada banyak kembali dan tidak berkaitan dengan aktivitas surat menyurat saja.. Beberapa tugas itu ialah :

  1. Alternatif bila si Ketua RT berhalangan karena dalam susunan pokok pengurusan cuman ada tiga orang, yakni Ketua RT, Sekretaris RT, dan Bendahara.
  2. Membuatkan agenda aktivitas
  3. Melakukan publikasi aktivitas
  4. Melakukan pendataan asset RT
  5. Melakukan pendekatan masyarakat
  6. Memberi anjuran dan saran ke Ketua RT

Dan, beberapa tugas yang lain kadang tidak disebut secara resmi.

Itu kenapa umumnya Ketua RT dan sekretarisnya akan kerap kelihatan bersama saat lakukan pendekatan ke masyarakat. Semuanya karena ke-2 nya sebagai “mitra in crime” yang perlu dapat bekerja bersama secara solid dalam mengurusi masyarakatnya.

Untuk itu, penyeleksian seorang sekretaris RT seharusnya dilaksanakan oleh Ketua RT dan bukan oleh masyarakat. Pilih orang yang tidak dapat bekerja bersama dengan Ketua RT cuman akan membuat kesolidan di antara ke-2 orang itu tidak dapat terikat. Lebih bagus diberikan penyeleksiannya ke ketua RT saja.

Baca Juga :

Ketua RT akan memerlukan orang yang dapat membuat sebuah team yang solid dengan dianya dan bukan hanya orang yang dapat menulis Surat Pengantar saja.

Leave a Comment

Baca Al Qur'an Online