Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan dilakukan oleh setiap orang saat ini. Banyak dari orang – orang mendaki untuk menenangkan diri dari sibuknya pekerjaan dan melihat indahnya alam dari atas gunung bersama teman atau sahabat yang selalu menemani sehingga membuat nyaman anda dan lepas dari beban yang ada. Banyak kegiatan mendaki gunung yang kini mudah dilakukan dan banyak didokumentasikan atau bahkan dibuat film mengenai hal tersebut.

kaskus.co.id

Kebanyakan orang melihat mendaki gunung menjadi hal yang mudah dilakukan karena kebanyakan film atau acara TV mendokumentasikan sesuatu dari sisi baiknya saja, misal keindahan alam yang selalu terlihat dan kebersamaan teman – teman yang ada dalam film tersebut. Namun sebenarnya ada beberapa realita mendaki gunung yang perlu anda ketahui, gunung adalah tempat yang tidak bisa diperkirakan kondisinya dan mau tidak mau kita harus siap menerima beberapa hal yang ada, kami rangkum dalam beberapa poin berikut.

Tidak Selamanya Mendapat Pemandangan Indah atau Sunrise

Banyak orang yang mengharapkan pemandangan indah gunung yang didaki selama melakukan kegiatan mendaki gunung seperti yang ada di acara tv atau film, selain itu juga kebanyakan orang mengharapkan pemandangan indah seperti sunrise (matahari terbit) yang bisa didokumentasikan oleh pendaki pada umunya. Namun kenyataan tidak setiap pendakian gunung mendapatkan pemandangan indah dan bahkan tak jarang banyak tidak mendapat sunrise meskipun sudah lelah mendaki selama berjam-jam.

Hal seperti ini wajar terjadi karena cuaca di gunung sangat mudah berubah dan berbeda dibandingkan di dataran atau perkotaan, tak jarang ketika pendaki sudah sampai di puncak gunung untuk melihat pemandangan atau sunrise, hanya kabut yang terlihat dan bahkan hujan. Akhirnya keinginan pendaki mengabadikan momen mendaki batal terlaksana karena pemandangan yang tidak bagus atau tidak ada matahari sama sekali. Hal seperti ini tidak perlu disesali karena memang gunung adalah tempat dengan cuaca yang tidak bisa diprediksi.

Hujan / Cuaca Buruk Selama Pendakian

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, tidak ada pemandangan indah berhubungan erat dengan cuaca pada gunung selama pendakian yang tidak bisa diprediksi. Jangan kaget bila anda selama mendaki gunung mendapati cuaca buruk misalnya kabut terus menerus atau hujan deras karena anda mendaki selama musim hujan. Hal seperti ini mungkin merepotkan bagi anda pendaki yang masih pemula namun jika segala sesuatu jika dipersiapkan dengan baik maka tidak akan menjadi masalah.

Apabila ingin mendaki gunung dengan cuaca bagus pastikan menentukan tanggal pendakian yang tepat agar tidak mendapati cuaca buruk saat mendaki gunung. Meski begitu cuaca yang sudah diprediksi dari sebelum mendaki bisa saja berubah – ubah pada saat perjalanan, bila hal semacam ini terjadi anda harus mempersiapkan segala sesuatu menghadapi cuaca buruk saat mendaki gunung, misalnya menggunakan jas hujan atau melapisi barang bawaan anda. Selain itu anda juga tidak boleh mengeluh selama pendakian karena tidak akan menyelesaikan masalah, cukup teruskan perjalanan dan utamakan keselamatan anda.

Tidak Sampai Puncak Gunung

Ini adalah salah kaprah yang sering terjadi bagi para pendaki gunung atau pecinta alam yang ada di Indonesia, mendaki gunung sampai puncak. Meski mencapai puncak gunung adalah sesuatu yang sangat bagus dilakukan untuk mendapatkan kepuasan sendiri, namun jika kondisi dan situasi dilapangan tidak memungkinkan, anda tidak bisa memaksakan diri dan lebih baik berhenti melakukan pendakian.

Banyak kejadian pendaki tidak sampai puncak berhenti di pos tertentu atau bahkan kelelahan ketika sampai puncak karena memaksakan. Hal ini bukan hal yang benar dilakukan karena dalam mendaki gunung anda harus tahu prinsip “mendaki gunung bukan soal menaklukan puncak, namun menaklukan diri sendiri”, atau “puncak tidak kemana – mana, yang penting pulang dengan selamat”.

Gunakan prinsip tersebut agar anda dapat mengetahui keadaan di lapangan saat mendaki sehingga keselamatan anda tetap terjamin. Ingat bahwa meski persiapan anda matang, saat mendaki gunung nantinya keadaan bisa saja berubah, anda bisa saja mengalami masalah sehingga puncak yang anda inginkan tidak kesampaian, cobalah untuk membuat mendaki gunung menjadi kegiatan yang asik dilakukan dan tidak terbebani dengan obsesi harus sampai ke puncak gunung.

Kelompok Yang Tidak Kompak Saat Mendaki Gunung

Banyak sekali acara tv maupun film yang mendokumentasikan kegiatan mendaki gunung dengan membuat kelompok mendaki gunung selalu bersama tanpa adanya hambatan yang berarti, seolah – olah dari awal pendakian hingga puncak gunung semua kompak dan tidak ada masalah yang menimpa. Namun kenyataannya pada waktu mendaki gunung, sifat asli teman anda akan muncul hingga membuat kelompok tersebut terpencar – pencar, ada yang meninggalkan teman atau tertinggal jauh.

Banyak orang yang menjadi egois dan apatis ketika mendaki gunug, seperti meninggalkan teman yang istirahat atau berjalan terlalu cepat/lambat sehingga merepotkan yang lainnya. Tak jarang juga yang tidak mau dimintai bantuan saat kita sendiri dalam kesusahan. Hal seperti ini memang jarang diekspos dan bahkan tidak diketahui oleh banyak orang, sehingga harapan anda memiliki anggota tim mendaki gunung yang kompak tidak terjadi. Oleh karena itu sebaiknya anda menjadi orang yang sabar saat mendaki gunung dan selalu memikirkan hal positif saat mendaki, entah itu kepada diri anda maupun teman yang bersama anda.

Demikian artikel kami mengenai bagaimana realita mendaki gunung yang sebenarnya terjadi, semoga menjadi manfaat dan menambah wawasan anda jika ingin melakukan kegiatan ini di waktu yang akan datang.

Loading...