8 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill yang Paling Jelas

8 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill yang Paling Jelas

Kalau kamu sering mengikuti info seputar dunia kerja dan lowongan kerja, pasti sering mendengar istilah yang namanya soft skill dan hard skill. Keduanya adalah komponen penting dalam dunia kerja. Namun, ada perbedaan soft skill dan hard skill yang tak banyak diketahui orang.

Masing-masing merupakan keahlian yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia kerja. Tanpa adanya hard skill, niscaya kamu mampu menyelesaikan beban pekerjaan yang diberikan kepadamu. Begitu pula tanpa ditunjang soft skill, kamu juga akan kesulitan untuk menempatkan diri di tengah lingkungan kerja.

8 Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Lalu, apa sih yang menjadi perbedaan dasar dari soft skill dan hard skill? Bukankah ini sama-sama keahlian yang patut dikuasai sebelum melamar suatu pekerjaan? Memang benar demikian adanya, tapi ada beberapa poin khusus yang perlu kamu ketahui tentang perbedaan keduanya. Inilah beberapa perbedaannya untuk kamu:

1. Perbedaan Definisi

Dari segi definisi, soft skill bisa dipahami sebagai keahlian seseorang yang masih ada hubungannya dengan unsur kecerdasan emosional (EQ) serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Berbeda dengan soft skill, hard skill bisa dimaknai sebagai keahlian atau keterampilan khusus atau terapan yang dimiliki seseorang yang dipelajari secara formil di bangku sekolah. Keterampilan ini biasanya sesuai dengan bidang pekerjaan yang dipilihnya.

2. Berdasarkan Sifatnya

Sebagaimana definisi dari soft skill, ini adalah keterampilan yang masih ada hubungannya dengan kecerdasan emosional seseorang. EQ di sini bersifat bawaan atau bakat, jadi meski tak dipelajari secara formil, seseorang mampu menunjukkannya secara alami.

Contohnya, keluwesan dalam bergaul, kreativitas dalam berpikir, dan sebagainya. Bisa dikatakan, attitude atau sopan santun seseorang yang baik adalah satu bentuk kecerdasan emosionalnya.

Sedangkan hard skill sifatnya terapan dan bukan bawaan, melainkan dipelajari di bangku sekolah atau perkuliahan. Sebagai contohnya adalah keahlian bahasa Inggris, keahlian mengoperasikan komputer, keahlian dalam berhitung, dan lain sebagainya.

3. Soft Skill Tak Bisa Dilihat Secara Kasat Mata

Karena sifatnya bawaan, soft skill bukan keahlian yang bisa diamati secara langsung, melainkan waktu dan proses yang akan membuktikannya. Dalam sesi wawancara kerja, kecerdasan emosional dalam soft skill akan sulit untuk ditunjukkan secara langsung, tapi membutuhkan tes atau pengujian lebih lanjut.

Sedangkan hard skill begitu mudah ditunjukkan karena ini berbasis keahlian praktek. Misalnya saja, keahlian bahasa inggris langsung dapat terlihat dan dibuktikan dengan mengajak seseorang untuk bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

4. Soft Skill Adalah Keahlian yang Berhubungan dengan Cara Berkomunikasi

Perbedaan soft skill dan hard skill selanjutnya terletak pada sifat soft skill itu sendiri yang dalam prakteknya berkaitan dengan interaksi terhadap orang lain, seperti misalnya team work, keahlian berkomunikasi, leadership, dan sebagainya.

Sementara hard skill cenderung menjadi keahlian yang sifatnya personal dan tidak berkaitan dengan interaksi bersama orang lain. Sebagai contohnya, keahlian mengoperasikan komputer, berbahasa asing, atau keahlian mengoperasikan mesin produksi.

5. Hard Skill Tercantum Dalam Ijazah, Soft Skill Tidak Tercantum

Dalam hal pengakuan, hard skill cenderung memiliki pengakuan resmi yang dibuktikan dengan dikeluarkannya ijazah atau sertifikat keahlian di bidang tertentu. Ini demikian karena hard skill memang dipelajari secara formal di sekolah atau perguruan tinggi.

Berbeda dengan hard skill, tak ada lembaga yang mengajarkan soft skill secara resmi. Kalaupun ada, itupun jarang dan tak menerbitkan ijazah resmi sebagaimana hard skill. Kursus kepribadian bisa jadi adalah satu bentuk kursus untuk mengasah soft skill, namun tak ada ijazah resmi yang diterbitkannya.

6. Soft Skill Relatif Berhubungan dengan Cara Berpikir atau Nalar

Soft skill merupakan keahlian yang erat kaitannya dengan pola pikir kritis atau nalar seseorang. Misalnya saja, dalam menghadapi suatu masalah tertentu yang membutuhkan pemecahan segera, orang yang memiliki keahlian berpikir kritis akan dapat segera menemukan ide atau solusi.

Sedangkan hard skill cenderung bersifat non-verbal atau praktek. Ini bukan keahlian nalar sebagaimana soft skill. Sebagai contoh, keahlian administratif yang bisa dilakukan tanpa memerlukan nalar terlalu dalam, melainkan praktek langsung.

7. Hard Skill Adalah Modal Utama dalam Mencari Pekerjaan

Dalam iklan lowongan kerja, biasanya dicantumkan syarat utama yang harus dikuasai oleh pelamar kerja. Syarat tersebut biasanya berupa keahlian dalam bidang tertentu. Nah, syarat utama itu biasanya berupa hard skill yang memang bisa dibuktikan secara langsung dan ditunjang dengan ijazah atau sertifikat.

Bidang pekerjaan di sebuah perusahaan sangat erat hubungannya dengan hard skill. Sedangkan soft skill jarang dicantumkan sebagai syarat diterimanya seseorang di sebuah pekerjaan. Meski menjadi prioritas kedua, soft skill tak kalah penting sebagai pertimbangan penerimaan karyawan.

Terlepas dari itu, soft skill akan menunjang hard skill. Malah, ada perusahaan-perusahaan tertentu yang malah concern dan memberikan penilaian lebih pada aspek soft skill yang dimiliki seseorang.  

8. Soft Skill Tak Bisa Diukur, Sedangkan Hard Skill Bisa Diukur

Karena tak kasat mata, soft skill menjadi keahlian yang tak bisa diukur atau diinterpretasikan dengan angka. Sedangkan hard skill mudah sekali diukur dan dinilai dengan angka. Semisal, keahlian mengoperasikan komputer yang handal tentu bisa dinilai langsung dari kualitas hasil pekerjaannya.

Memahami perbedaan soft skill dan hard skill menuntut kamu untuk dapat menguasai lebih lanjut dua keahlian ini agar semakin mempermudah peluang kamu untuk diterima kerja. Mengetahui perbedaan keduanya menjadi satu hal yang sangat mendasar untuk menuju gerbang kesuksesan di dunia kerja.

Kalau kamu sering mengikuti info seputar dunia kerja dan lowongan kerja, pasti sering mendengar istilah yang namanya soft skill dan hard skill. Keduanya adalah komponen penting dalam dunia kerja. Namun, ada perbedaan soft skill dan hard skill yang tak banyak diketahui orang.

Masing-masing merupakan keahlian yang dibutuhkan untuk terjun ke dunia kerja. Tanpa adanya hard skill, niscaya kamu mampu menyelesaikan beban pekerjaan yang diberikan kepadamu. Begitu pula tanpa ditunjang soft skill, kamu juga akan kesulitan untuk menempatkan diri di tengah lingkungan kerja.

Wicaksono

Penulis Rubrik Teknologi, Upgrade Diri dan Bisnis

Post Comment