Olahraga Ringan Saat Puasa – Bulan puasa adalah bulan bagi umat muslim untuk menahan makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Dan hal ini pula yang menjadi alasan bagi orang – orang untuk berhenti beraktifitas. Selain itu, kebanyakan orang meghabiskan banyak waktunya untuk malas – malasan atau bahkan tidur dalam waktu yang lama. Padahal, jika kita kebanyakan tidur, tubuh akan semakin lemas.

Meski puasa, kesehatan badan harus tetap terjaga. Selain sahur dan buka dengan makanan yang sehat, olahraga juga perlu. Kita bisa memilih olahraga ringan saat puasa agar tidak kecapekan dan dehidrasi ketika puasa. Berikut beberapa jenis dan waktu olahraga yang tepat yang perlu kamu tahu

1. Jogging

olahraga ringan, olahraga ringan saat puasa, jogging saat puasa

Jogging atau lari – lari kecil merupakan olahraga ringan, murah dan mudah dilakukan. Inti dari jogging adalah gerakan lari kecil. Jadi kita bisa lakukan dimana saja seperti, lapangan, halaman rumah atau di treadmill. Inetnsitasnya sendiri kurangi dari waktu yang biasa anda lakukan dihari biasa.

Di bulan puasa, jogging bisa dilakukan di sore atau pagi hari ditempat yang teduh. Namun, joging yang termasuk latihan kardiovaskular ini sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum berbuka puasa. Manfaatnya sangat banyak bagi tubuh, mulai dari membakar lemak menjadi energi, menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, sampai menurunkan berat badan.

Hal hal yang harus diperhatikan :

– lakukan pemanasan terlebih dahulu

– gunakan sepatu/alas kaki yang empuk dan nyaman

– perhatikan postur tubuh saat jogging diantaranya

  • Posisi kepala harus selalu ditegakkan sewaktu berlari,
  • Posisi lengan yang benar adalah siku ditekuk 90 derajat dan diayunkan ke depan dan ke belakang mengikuti irama kaki dan ayunan sejajar dengan pinggang,
  • Posisi tangan menggenggam santai, ditekuk dan tidak dilepas,
  • Posisi perut yang benar adalah apabila kamu menarik otot perut kamu ke dalam, tahan posisi tersebut selama berlari,
  • Saat kaki menapak tanah, usahakan bagian depan kaki yang mendarat ke tanah terlebih dahulu, bukan di tegah kaki maupun tumit.

– Jangan Khawatir dengan Kecepatan

– Jogging dengan Cara Berlari-berjalan

– Lakukan secara rutin

2. Bersepeda

olahraga ringan, olahraga ringan saat puasa, bersepeda saat puasa

Bersepeda merupakan olahraga dengan manfaat yang hampir sama dengan jogging.

Sama seperti joging, kurangi intensitas bersepedamu selama puasa. Cukup 15-20 menit, tubuhmu pun sudah cukup bergerak. Untuk lokasinya, kalian bisa pilih jalanan yang mudah dan teduh dan rindang.

Tidak hanya menyehatkan badan, bersepeda juga bisa menghasilkan hormon endorfin yang bisa membuat kita senang dan bersemangat. Cocok juga dilakukan sebelum atau sesudah sahur. Hal hal yang harus diperhatikan :

– Jangan lupa pemanasan

– kayuh sepeda dengan kecepatan konstan

– Ganti Posisi Badan ketika mengayuh

3. Senam aerobik/zumba

olahraga ringan, olahraga ringan saat puasa, senam saat puasa

Mendengar kata senam, kalian pasti berpikir bahwa olahraga ini hanya cocok untuk kaum hawa. Tidak dapat dipungkiri bahwa olahraga ini memang banyak diminati oleh kaum ibu2. Namun, olahraga ini juga bisa dilakukan dan cocok juga untuk kaum adam.

Senam itu sendiri adalah serangkaian gerak yang dipadukan dengan irama musik yang telah dipilih dengan durasi tertentu. Manfaatnya sendiri adalah memberikan kekuatan pada otot-otot utama, banyak melibatkan kardio sehingga meningkatkan daya tahan jantung dan paru paru, meningkatkan kelentukan, dan komposisi tubuh. Olahraga ini cocok dilakukan dipagi hari.

4. Lompat Tali

olahraga ringan, olahraga ringan saat puasa, jogging saat puasa

Nah, ini kayaknya olahraga paling gampang yang bisa dilakukan sambil menunggu buka puasa. Bisa dilakukan di kantor atau di rumah, karena hanya modal tali skipping saja.

Lompat tali merupakan olahraga yang cepat membakar kalori dengan banyak khasiat. Olahraga yang sering disebut skipping ini ternyata baik bagi kebugaran jantung dan paru, serta pembuluh darah. Namun, tidak semua orang bisa olahraga lompat tali begitu saja. Bagaimana Cara Melakukan Olahraga Lompat Tali Yang Baik Dan Benar?

Secara praktek mungkin hampir semua masyarakat tahu dan paham bagaimana melakukan olahraga ini. Namun, disini akan sedikit dibahas mengenai cara melakukan olahraga lompat tali yang benar. Bagaimana caranya?

– Sesuaikan ukuran tali dengan tinggi badan kita

– Mulailah dengan berdiri tegak dengan posisi tegap seraya kedua tangan memegang ujung tali.

– Tempatkan tali di belakang tubuh kita, posisi ini disebut juga sebagai posisi awalan,

– Ayunkan tali ke depan dan melompatlah, tali yang diayunkan dijadikan sebagai r intangan lompatan,

– Lakukan dengan tanpa menginjak tali tersebut, lakukan hingga mencapai kurang lebih 20 lompatan (jumlah lompatan tegantung kemampuan masing-masing)

– Hentikan putaran tali dan lompatan jika sudah merasa cukup lelah, istirahatlah sejenak sebelum melanjutkan lompatan lagi.

5. Stretching dan pemanasan ringan

olahraga ringan, olahraga ringan saat puasa, jogging saat puasa

Olahraga ini lebih cocok untuk orang yang sangat sibuk hingga tidak ada waktu luang untuk berolahraga. Karena olahraga ini bisa dilakukan 10-15 menit saja namun konsisten. Meski sederhana, latihan ini sangat efektif untuk membangkitkan stamina. Stretching atau pemanasan ringan bisa berupa plank, sit-up, push-up, dan lunges.

Stretching berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, melatih otot tubuh, dan mencegah badan jadi kaku setelah duduk seharian. Dengan begitu, badan kamu gak akan loyo dan gampang capek walaupun puasa.

Dari semua olahraga ringan diatas harus disesuaikan intensiatan dan kemampuannya sesuai kondisi tubuh masing- masing.

Baca Selengkapnya
Loading...