Contoh Proposal Usaha – Sebuah Perencanaan yang perlu Kalian sebelum memulai usaha adalah membuat sebuah proposal usaha. Mengapa dokumen ini dianggap sebagai rencana usaha? Ini karena dalam proposal Kalian, Karena kalian harus menjelaskan secara rinci dari berbagai aspek yang terkait dengan usaha yang akan kalian bangun.

Aspek-aspek tersebut berkaitan analisa pasar, analisis biasanya menggunakan SWOT, kemudian perkiraan modal untuk menciptakan produk atau layanan.

Membuat proposal usaha pada umumnya bertujuan untuk memudahkan Kita mencari rekan usaha, atau dukungan permodalan. Ada begitu banyak jenis usaha yang bisa dipilih, seperti: Makanan, Minuman, kerajinan hingga usaha kecil lainnya.

Setiap usaha harus dimulai dengan perhitungan modal dan analisis SWOT. Analisa SWOT adalah sebuah metode untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) terhadap usaha kita dibandingkan dengan pesaing.

Berikut ini adalah contoh proposal usaha yang baik dan benar. Dimulai dengan contoh-contoh proposal toko grosir, contoh proposal toko kerajinan, contoh saran mencicipi bisnis, contoh proposal penjualan, contoh proposal batik, contoh proposal alas kaki, contoh proposal bisnis minuman, Contoh saran untuk bisnis Angkringan, ayam , bebek, ternak, kambing, dll.

contoh proposal, contoh proposal usaha, contoh proposal bisnis, contoh proposal usaha makanan, contoh proposal usaha minuman, contoh proposal usaha kerajinan, contoh proposal usaha kecil,

1. CONTOH PROPOSAL USAHA KERAJINAN TANGAN

A. Judul proposal usaha: Celengan Babi dari botol plastik bekas

B. Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • Botol plastik bekas (ukuran 1,5 Liter)
  • Bola pimpong
  • Kuas
  • Lem
  • Cat warna cerah
  • Bola mata kecil plastik
  • Gunting dan pisau
  • Pernak-pernik

C. Cara Membuat Produk

  1. Bersihkan botol
  2. Buat 4 lubang disamping pojok botol, sebesar bola pingpong.
  3. Pasang bola pingpong pada setiap lubangnya. untuk dijadikan kaki.
  4. lubangi sisi lain atau badan atas untuk lubang koin.
  5. Cat seluruh badan botol hingga merata
  6. Pasang bola mata kecil dan pernak pernik

D. Perencanaan anggaran

Modal

  • Cat : Rp 30.000
  • Kuas : Rp 5.000
  • Bola pimpong : Rp 25.000
  • Kawat: : Rp 5.000
  • Bola mata plastik kecil : Rp 4.000
  • Lem : Rp 6.000
  • Jumlah : Rp 75.000 estimasi untuk 35 unit

Penjualan

Rencana harga jual : Rp 85.000 untuk 35 unit

Profit

Harga jual – modal : Rp 85.000-Rp 75.000 = Rp 10.000

E. Analisis SWOT

1. Strength

  • Harga relatif murah atau terjangkau.
  • Unik, lucu dan menarik sehingga disukai banyak kalangan terutama kalangan anak-anak.

2. Weakness

  • Tidak ramah lingkungan karena menggunakan bahan dasar plastik.

3. Opportunity

  • Menerima pre order.
  • Melayani jual beli online.
  • Belum ada yang memulai bisnis serupa di area Sleman.

4. Threat

  • Banyak pesaing yang memproduksi produk serupa dengan bahan baku lebih baik seperti kain flanel.

2. CONTOH PROPOSAL USAHA KECIL

A. Judul proposal usaha: Nurii Puding

B. Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • 1 bungkus agar-agar rasa strawberry.
  • 1 bungkus nutrijel coklat.
  • 1 bungkus nata de coco.
  • 8 sdm gula pasir.
  • 7 gelas belimbing air.

C. Proses pembuatan

  • Campurkan agar-agar, bubuk nutrijel, gula pasir dan susu ke dalam panci lalu aduk rata.
  • Tambahkan air panaskan hingga mendidih aduk sampai rata.
  • Persiapkan wadah lalu tuang selapis adonan (2 mm).
  • Tuang kembali selapis adonan ketika yang pertama sudah mengeras.
  • Diamkan sejenak hingga adonan mengeras lalu letakan nata de coco di atasnya.

D. Perincian biaya usaha

Modal awal: Rp 30.000

Bahan dan alat:
1. Nutrijel coklat + susu (1 pack) Rp 10.000
2. Nutrijel strawberry (1 pack) Rp 3.000
3. Gula (250 gram) Rp 3.500
4. Kap puding (1 pack) Rp 5.000
5. Sendok plastik (1 pack) Rp 2.000
Juml ah Rp 23.500

Jadi, biaya yang dibutuhkan untuk satu kali produksi adalah Rp 23.500 dengan peralatan milik pribadi.

Penghasilan produksi
= harga produk x estimasi produksi per hari
= Rp 1.500 x 25
= Rp 75.000

Laba bersih
= penghasilan produksi – penghasilan operasional
= Rp 37.500 – Rp 23.500
= Rp 14.000

E. Analisis SWOT

1. Strength

  • Produk ini memiliki beragam varian warna dan rasa.
  • Tambahan nata de coco sebagai hiasan puding dapat memberikan sensasi kenyal ketika masuk kemulut.

2. Weakness

  • Kualitas rasa akan menurun ketika produk sudah dingin.

3. Opportunity

  • Banyak digemari oleh anak-anak sekolah maupun mahasiswa.

4. Threat

  • Adanya rasa jenuh di kalangan konsumen untuk mengkonsumsi puding.

3. CONTOH PROPOSAL USAHA MINUMAN

A. Judul Proposal : Es Klamud Jelly Susu

B. Ringkasan Eksekutif

1. Konsep Bisnis

“Es Klamud Jelly Susu” adalah minuman segar dan sehat berbasis kelapa muda. Untuk membuat rasanya lebih lezat, jeli dan susu kental manis ditambahkan. Penjualan produk ini harus dilakukan di alun-alun pusat. Jam buka mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

2. Tim Manajemen

Usaha “Es Klamud Jelly Susu” ini adalah kolaborasi dari 4 orang. Keempat orang ini telah menginvestasikan jumlah modal yang berbeda dalam bisnis ini. Jumlah laba, yang kemudian didistribusikan, juga mengubah jumlah modal. Keempat orang ini tidak hanya bertindak sebagai pemilik, tetapi juga melayani pembeli dengan sistem shift.

C. Gambaran Usaha

1. Deskripsi Singkat Produk

“Es Klamud Jelly Susu” adalah minuman kelapa muda yang segar dan sehat. Gagasan membuat produk ini adalah karena kelapa muda mudah ditemukan, murah, sehat dan segar. Untuk membuat rasanya lebih bervariasi, jeli dan susu kental manis ditambahkan.

2. Strategi Pemasaran

Strategi produk

“Es Klamud Jelly Susu” memiliki kelebihan dibanding produk lain, yaitu penggunaan bahan-bahan segar. Selain itu, penambahan susu sebagai pemanis dan agar-agar saat minum memberi perasaan berbeda.

Strategi harga

Produk ini dijual dengan harga yang relatif murah dan tentunya dapat diakses oleh semua orang, yaitu Rp 5.000.

Strategi promosi

Strategi dalam mempromosikan produk ini dapat dilakukan secara online melalui sosial media dan secara offline dengan media banner maupun brosur.

Target pasar

Secara umum, Target pasar untuk produk ini umumnya untuk menjangkau semua kelompok. Sementara itu, target pasar spesifik untuk produk ini adalah anak sekolah, pekerja dan wisatawan.

3. Analisis Persaingan

Pesaing

Ada banyak pesaing yang juga menjual produk es krim kelapa muda. Karena itu, produk ini berinovasi dengan menambahkan susu sebagai pemanis. Kemudian jeli ditambahkan untuk menciptakan perasaan yang sulit dan menikmatinya saat Anda memakannya.

Posisi dalam persaingan

Produk minuman “Es Klamud Jelly Susu” memiliki banyak pesaing. Untuk menghindari persaingan yang ketat dan untuk mendapatkan hasil terbaik, toko ini dibuka di alun-alun selatan. Alasan memilih lokasi ini adalah kurangnya pesaing untuk penjual produk serupa.

Kelebihan dibanding pesaing

Aspek yang membedakan rasa produk ini dari para pesaingnya adalah penambahan susu sebagai pemanis dan jeli untuk menciptakan rasa kenyal.

4. Rencana Desain & Pengembangan

Tujuan usaha jangka panjang

Menjadi produk minuman yang diminati oleh semua orang dari berbagai kalangan dan membuka cabang di kota lain.

Strategi

Iklankan promosi online dan offline untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Iklan online dilakukan menggunakan jaringan media sosial yang ada. Sementara itu, iklan offline dilakukan dengan memasang spanduk dengan gambar dan brosur yang menarik.

Evaluasi resiko

Produk minuman ini tidak dapat bertahan lama maksimal hanya 1 hari.

5. Rencana Operasi & Manajemen

Proses produksi

  • Penyediaan bahan-bahan
  • Pembuatan jelly
  • Menyerut kelapa muda
  • Membuat santan sebagai bahan campuran kelapa muda
  • Mencampurkan kelapa muda, es, santan, jelly dan susu

Pengendalian persediaan

Kami menyediakan 40 gelas sehari untuk dijual kepada konsumen. Namun, jika ada sisa yang tidak terjual, kami mengurangi persediaan sesuai dengan penjualan hari sebelumnya.

Kontrol keuangan

  • Seharusnya selalu ada cukup uang tunai saat Anda menjual untuk perubahan.
  • Sisihkan modal dan keuntungan untuk membayar cicilan dan mengantisipasi biaya tak terduga.
  • Tidak ada penggunaan dana atau hasil penjualan untuk keperluan pribadi.

D. Analisis Rencana Keuangan

1. Perkiraan pendapatan

Modal awal

= biaya variabel + biaya tetap
= (biaya bahan baku x 30 hari) + biaya tetap
= (Rp 100.000×30 hari) + Rp 2.600.000
= Rp 3.000.000 + Rp 2.600.000
= Rp 5.600.000

Hasil penjualan per bulan

= target penjualan harian x harga jual per gelas x 30 hari
= 40 gelas x Rp 5.000 x 30 hari
= Rp 6.000.000

Laba

= hasil penjualan – modal awal
= Rp 6.000.000 – Rp 5.600.000
= Rp 400.000

2. Perkiraan pengeluaran per hari

Bahan baku

  • 5 buah kelapa muda Rp 50.000
  • Air isi ulang Rp 15.000
  • 1 kaleng susu Rp 7.000
  • ¼ Kg gula pasir Rp 5.000
  • 1 pak gelas plastik Rp 12.000
  • Kantong plastik Rp 3.000
  • Sedotan Rp 3.000
  • Es batu Rp 4.000
  • Kelapa untuk santan Rp 5.000
  • 2 sachet jelly Rp 4.000

Peralatan

  • Gerobak Rp 2.000.000
  • Spanduk Rp 45.000
  • Irus Rp 5.000
  • 1 buah toples Rp 10.000
  • 2 buah termos es Rp 200.000

Total Rp 2.368.000

3. Sumber modal dan penggunaan

Modal usaha “Es Klamud Jelly Susu” ini berasal dari iuran empat orang yang berperan sebagai owner dengan jumlah berbeda. Selanjutnya, usaha ini juga memperoleh pinjaman dari pihak bank sehingga memiliki kewajiban untuk membayar cicilan. Jadi, perolehan profit dari usaha ini akan dialokasikan kepada setiap owner sesuai modal dan dipotong untuk membayar cicilan bank.

4. CONTOH PROPOSAL USAHA MAKANAN

A. Judul proposal usaha: Risca Bakery

B. Rencana produk

Bakery merupakan kue berukuran kecil yang memiliki cita rasa lezat dan cocok untuk dijadikan sebagai camilan.

C. Keunggulan produk

  • Bakery adalah hidangan lezat dan bergizi.
  • Harga relatif dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa.
  • Bakery tersedia dalam berbagai macam pilihan rasa.

D. Bahan dan alat yang dibutuhkan

  • Tepung terigu: 34 kg
  • Isi roti: selai nanas, strawberry, cokelat (6 kg)
  • Gula pasir: 17 kg
  • Mentega: 17 kg
  • Telur: 70 butir
  • Ragi: 1.000 gram
  • Garam: 200 gram

E. Proses pembuatan produk

  1. Persiapkan bahan-bahan untuk pembuatan roti seperti tepung terigu, selai, gula pasir, mentega, telur, ragi dan garam.
  2. Setelah bahan siap, maka timbanglah sesuai takaran.
  3. Lalu campurkan tepung terigu, telur, garam, ragi dan mentega selanjutnya aduk menggunakan mixer lalu masukan air secukupnya.
  4. Setelah menjadi adonan diamkan selama 10 menit.
  5. Bagi adonan sesuai dengan keinginan.
  6. Roti yang telah dikembangkan, dibentuk dan diisi lalu dimasukan ke dalam loyang besar untuk dioven kurang lebih 15 menit (170ºC).
  7. Dinginkan roti kira-kira 1 jam.
  8. Setelah roti dingin lakukanlah pengemasan.

F. Analisis SWOT

1. Strength

Usaha roti ini memiliki tampilan dan cita rasa khas yang berbeda dibandingkan bakery lainnya.

2. Weakness

Produk roti tidak mampu bertahan lama dan mudah ditiru.

3. Opportunity

Budaya konsumtif masyarakat menjadi peluang utama untuk meraih keuntungan dengan menjual roti yang memiliki beragam rasa.

4. Threat

Banyak produsen bakery yang sudah terlanjur memiliki nama di Yogyakarta. Harga bahan baku yang tidak stabil juga dapat mengurangi profit.

G. Perencanaan biaya

Biaya produksi harian:
• Tepung terigu (34 kg) Rp 255.000
• Selai (6 kg) Rp 40.000
• Gula pasir (17 kg) Rp 180.000
• Mentega (17 kg) Rp 160.000
• Telur (70 butir) Rp 110.000
• Ragi (1.000 gram) Rp 50.000
• Garam (200 gram) Rp 45.000
• Plastik (90 buah) Rp 100.000
Total Biaya bahan baku Rp 940.000

Perkiraan total biaya alat = Rp 500.000
Proyeksi Penjualan per hari = Rp 1.800.000

Laba bersih = Rp 1.800.000 – (Rp 940.000 + 500.000) = Rp 360.000

Jadi, laba bersih per hari yang akan diterima Rp 360.000.

Simplekan ? nah itulah contoh proposal usaha yang bisa kalian gunakan untuk mengajukan pemodalan kepada orang yang punya modal. Contoh proposal usaha di atas bisa kalian sesuaikan berdasarkan usaha yang akan kalian buat.

Sumber : https://thegorbalsla.com/contoh-proposal-usaha/

Baca Selengkapnya
Loading...