5 Tips dan Contoh Manajemen Waktu Agar Hidupmu Lebih Teratur

5 Tips dan Contoh Manajemen Waktu Agar Hidupmu Lebih Teratur

Setiap manusia mempunyai jumlah waktu yang sama setiap harinya yakni 24 jam. Namun, masih ada beberapa orang yang merasa tak cukup waktu untuk melakukan sesuatu. Maka dari itu, perlu adanya contoh manajemen waktu agar setiap detik yang berlalu bisa diisi dengan aktivitas berguna.

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kesuksesan manusia di dunia ini bisa berbeda? Apalagi setelah melihat orang seusia kita sudah bisa meraih kesuksesan yang sangat membanggakan. Sebenarnya apa yang membedakan antara kamu dan dirinya?

Tips dan Contoh Manajemen Waktu

Tips dan Contoh Manajemen Waktu

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang, baik itu faktor internal maupun eksternal. Bisa jadi kesuksesan tersebut datang dari bantuan orang lain atau berkat usaha kerasnya sendiri pada masa-masa lalu.

Mereka mampu memanfaatkan waktunya dengan baik untuk melakukan hal-hal bermanfaat sehingga tercapailah suatu kesuksesan tersebut. Sejatinya waktu adalah kesempatan.

Bagi siapapun yang menyia-nyiakan waktu dan mengisinya dengan aktivitas sia-sia sama dengan mengabaikan kesempatan berharga, sekaligus membuang peluang emas untuk menggapai kesuksesan.

Memiliki waktu yang lapang seringkali membuat insan terlena dan berleha-leha. Nyatanya lapangnya waktu adalah nikmat dari Sang Pencipta yang akan terasa berharga apabila kita sedang berada di posisi terburu-buru.

Maka dari itu, manajemen waktu adalah hal yang sangat penting agar kita dapat membagi dan menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, khususnya bagi kamu yang sering memiliki jadwal yang padat. Berikut adalah tips yang perlu Kamu tahu dalam mengelola waktu:

1. Atur Skala Prioritas Pekerjaan

Langkah pertama dalam manajemen waktu adalah menetapkan prioritas pekerjaan. Tetapkan pekerjaan mana yang harus diselesaikan di awal dan mana yang bisa dikerjakan belakangan.

Fokuskan perhatian Kamu pada pekerjaan yang paling penting, urgent, dan rumit terlebih dahulu kemudian disusul dengan menyelesaikan pekerjaan ringan lainnya. Cara ini lama kelamaan akan menjadi pola pikir dan kebiasaan yang berguna untuk mengelola pekerjaan selanjutnya.

Penetapan skala prioritas ini terbilang sangat efektif karena mampu membuat hari-harimu berjalan lebih tertata dan produktif. Selain itu, kamu juga akan memiliki porsi waktu yang memadai untuk menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai kebutuhan penyelesaiannya.

Jauh lebih baik daripada mengerjakan banyak hal secara bersamaan tanpa perencanaan dan batasan waktu yang jelas.

Jika seluruh pekerjaan tersebut sulit kamu selesaikan dalam waktu sehari, maka lanjutkan saja pekerjaan sisanya di hari yang lain. Gunakan sisa waktu kamu untuk beristirahat karena tubuh manusia tidak dirancang untuk bekerja sepanjang waktu.

2. Berani Mengatakan “Tidak”

Tak jarang kita merasa sangat sungkan dalam menolak ajakan teman, rekan kerja, keluarga, maupun atasan untuk melakukan suatu hal yang tidak diinginkan. Jika dipaksakan rasanya malah membuat diri sendiri rugi dan hampir tidak mendapatkan apa-apa.

Jika kamu terjebak dalam keadaan tersebut dan sedang berada dalam kondisi yang kurang memungkinkan, maka tak perlu ragu untuk menolak ajakan dan berani mengatakan ‘tidak’. Kamu memiliki kuasa penuh atas waktumu sendiri.

Namun, perlu kamu terapkan juga etika menolak ajakan dengan cara sopan dan tanpa menyinggung perasaan.

Alih-alih mengatakan “tidak” secara gamblang, kamu bisa menggunakan contoh kalimat yang baik seperti “Terima kasih ya karena kamu telah berkenan mengajak aku ke sana, tapi untuk saat ini saya lebih memilih menetap di rumah dan beristirahat”.

Kamu dapat menggunakan contoh kalimat penolakan sopan lainnya sesuai dengan siapa lawan bicaramu dan bagaimana kondisimu saat itu.

3. Hindari Menunda Pekerjaan

Kebiasaan menunda pekerjaan tampaknya telah menjadi permasalahan klasik bagi sebagian besar manusia. Mereka cenderung merasa bahwa waktu yang mereka miliki sangat panjang sehingga pekerjaan tersebut dapat dikerjakan belakangan.

Salah satu contoh manajemen waktu yang perlu kita terapkan adalah berhenti menunda dan selesaikan pekerjaan di awal waktu agar bisa selesai tepat waktu.

Kebiasaan suka menunda akan membuat kamu terburu-buru menyelesaikan pekerjaan sehingga hasilnya jadi kurang memuaskan.

4. Fokus Selesaikan Satu Pekerjaan Terlebih Dahulu

Seringkali kita melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu dengan tujuan agar tugas tersebut bisa terselesaikan dengan cepat dan mampu menghemat waktu.

Hal ini sejatinya sangat tidak dibenarkan. Mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus (multitasking) mungkin terlihat efisien menurut beberapa orang, akan tetapi hasilnya belum tentu efektif dan memuaskan.

Multitasking kerap dianggap dapat menguras lebih banyak energi dan menurunkan kualitas pekerjaan Kamu. Oleh karena itu, fokuskan perhatian kamu dalam menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke pekerjaan yang lain.

Untuk mendapatkan fokus kerja yang optimal terkadang memang perlu cukup waktu. Maka dari itu, jauhkan diri dari berbagai hal yang berpotensi mengganggu dan tidak ada hubungan apapun dengan pekerjaan Kamu. Dengan begitu, tugas kamu akan dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

5. Istirahat dengan Cukup

Apa hubungannya istirahat dengan manajemen waktu? Kualitas istirahatmu berpengaruh besar terhadap kondisi tubuh amu.

Memaksakan diri untuk menyelesaikan sesuatu dan mengorbankan waktu istirahatmu adalah tindakan yang tak baik karena akan berpengaruh buruk terhadap kesehatanmu. Tubuh manusia memiliki batas tertentu dan perlu diistirahatkan sementara waktu.

Maka dari itu, menetapkan jadwal tidur yang teratur adalah salah satu langkah penting yang perlu kamu terapkan. Idealnya manusia perlu tidur selama selama 7-8 jam tiap harinya.

Menetapkan jadwal tidur yang teratur juga membuat hidup kita jadi ikut teratur. Semakin baik kualitas istirahatmu akan semakin produktif diri kamu dalam melewati satu hari esok. Hindari aktivitas begadang tak bermanfaat yang bisa mengganggu waktu istirahat optimalmu.

Berdasarkan tips dan contoh manajemen waktu di atas, apakah kamu sudah siap memperbaiki hidup agar lebih produktif dan teratur?

Kemampuan mengelola waktu yang baik memang perlu dilatih agar kita jadi mampu dan terbiasa. Jika kamu mengalami kesulitan dalam pembiasaannya, lakukan dengan perlahan dan tanamkan komitmen yang kuat sampai menjadi kebiasaan.

Shunt Magetan

SHUNT Magetan | #MadingDigitalGenerasiMilenial | Memuat semua informasi bermanfaat kepada khalayak umum, khususnya generasi muda tentang Magetan, Teknologi, Bisnis, Karir, Gaya Hidup, Kesehatan, Keterampilan dan Hiburan.

Post Comment