Ini Lho 11 Cara Membuat Foto Produk Menarik Hanya dengan HP

Mengetahui cara membuat foto produk menarik adalah salah satu hal paling penting yang harus kita pelajari saat akan berjualan secara online. Jika pada pandangan pertama produk yang kita jual sudah tampak mengesankan, dijamin deh, lebih dari 90% orang yang melihatnya akan tertarik untuk membeli.

Tapi jangan salah paham dulu, foto produk yang bagus tidak hanya bisa didapat dari kamera DSLR yang mahal kok, karena dengan beberapa trik sederhana dan keterampilan fotografi yang kita miliki, kita juga bisa menghasilkan foto indah hanya dengan kamera smartphone. Cek cara-caranya di bawah ini ya.

Cara Membuat Foto Produk Menarik

1. Gunakan Pencahayaan yang Tepat

Mari kita mulai dengan pencahayaan fotografi produk. Jika kita tidak bisa memberikan pencahayaan yang tepat, produk dan background foto paling bagus sekalipun akan tampak jelek karena lensa kamera tidak sama dengan lensa mata.

Ada dua opsi pencahayaan fotografi produk yang bisa kita pilih, yaitu dengan lampu atau dengan cahaya alami. Mempertimbangkan jenis produk yang akan kita potret, tujuan foto, dan platform yang kita iklankan akan membantu kita untuk memutuskan opsi pencahayaan mana yang akan digunakan.

Baca Juga :

Jenis pencahayaan alami akan sangat bagus jika kita memotret orang, produk yang bisa dimakan, dan pakaian. Waktu terbaik untuk mendapat cahaya alami terbaik adalah pagi dan sore hari saat matahari menghasilkan sinar yang lembut.

Sedangkan untuk produk-produk yang terutama akan digunakan di dalam ruangan (misalnya peralatan masak), atau foto yang harus menampilkan detail kecil (misalnya karya seni), maka pencahayaan tambahan seperti lampu studio atau ring light akan menghasilkan foto yang lebih indah.

2. Matikan Flash

Memberikan cahaya tambahan untuk foto produk memang sangat penting, tapi jangan pernah berpikir untuk menggunakan flash ya. Kualitas cahaya dari lampu smartphone ini tidak begitu bagus dan justru bisa merusak kualitas foto produk kita.

3. Gunakan Tripod

Banyak yang menganggap remeh peralatan fotografi yang satu ini, padahal perannya sangat besar lho. Benda yang satu ini bisa membuat perbedaan besar dalam kejelasan dan kualitas fotografi produk kita nanti, dan jangan khawatir, harga tripod tidak selalu mahal kok.

Menggunakan DSLR yang lebih mewah atau sekedar smartphone sederhana, ada banyak sekali jenis tripod di pasaran yang harganya sangat bervariasi untuk setiap jenis kamera yang kita miliki.

Pada dasarnya, tripod adalah penyangga yang akan menstabilkan kamera dari tangan yang mudah bergetar. Jadi, menggunakan tripod sama dengan mengurangi keburaman foto, dan hal ini sangat penting jika kita ingin foto produk kita terlihat profesional serta berkualitas.

4. Gunakan Alat Peraga Sederhana

Dalam hal alat peraga fotografi produk, jangan terlalu berlebihan ya. Kita harus ingat bahwa fokus utama dari setiap foto ini adalah produknya. Sedangkan alat peraga atau item tambahan lain hanyalah pemanis agar produk di dalam foto tidak tampak membosankan.

Item tambahan apapun yang akan dipotret bersama dengan produk, kita harus membuatnya tetap sederhana, selaras dengan skema warna, dan relevan dengan pemandangan atau produk kita. Misalnya produk yang akan difoto adalah kue dengan topping berupa lumeran coklat di atasnya.

Maka kita bisa gunakan background putih polos, letakkan kue di sebelah saus coklat yang ada dalam wadah kaca, lalu tambahkan beberapa potongan buah segar atau bunga yang indah untuk semburat warna alami yang halus.

Saus coklat tadi adalah item tambahan yang relevan karena merupakan komponen resep, sedangkan background putih polos akan membuat produk menjadi fokus utama.

5. Ambil Beberapa Shot dari Berbagai Sudut

Menampilkan produk dari berbagai sudut akan menunjukkan kepada calon pembeli seperti apa sih produk kita ini. Selain itu, cara ini juga membantu kita memiliki lebih banyak pilihan foto yang akan di post tanpa perlu berpikir, “Haruskah kita memotret ulang untuk sisi sebelah sini?”

Jadi setiap kali memotret produk, kita harus biasakan untuk memotret dari atas, depan belakang, dan dari beberapa sudut samping yang berbeda, misalnya sudut samping kiri agak miring.

6. Jangan Gunakan Zoom

Fitur zoom pada kamera smartphone tidak bagus untuk kualitas produk kita, jadi jika ingin menampilkan produk dari dekat, dekatkan kamera ke produk dan bukan menggunakan zoom dari kejauhan.

7. Gunakan Model

Jika produk yang kita jual adalah sesuatu yang bisa dikenakan, misalnya tas, sepatu, pakaian, jam tangan, syal, atau item sejenis lainnya, maka sangat penting bagi kita untuk menunjukkan seperti apa produk tersebut saat menempel di badan.

Jadi nantinya, calon pembeli bisa memiliki gambaran seperti apa produk tersebut saat dikenakan ke diri mereka sendiri. Bahkan meskipun kita sudah menampilkan detail ukuran dari produk tersebut, misalnya baju, calon pembeli tetap membutuhkan gambaran saat produk tersebut digunakan lho.

8. Jangan Gunakan Kamera Depan

Sebagian besar dari kita pasti sudah tahu dong, kalau kamera depan smartphone memiliki resolusi yang lebih rendah daripada kamera belakangnya. Jadi, jangan pernah menggunakan kamera depan untuk memotret produk yang akan kita jual!

Bahkan jika model yang mengenakan produk tersebut adalah kita sendiri, jangan ambil foto dengan cara selfie, tapi minta bantuan dari orang lain. Karena foto selfie akan menampilkan sudut yang aneh dan termasuk tidak layak untuk foto produk yang akan dijual.

9. Ambil Inspirasi dari Merk Favorit

Mencari inspirasi foto produk dari sejumlah merk ternama atau favorit akan sangat membantu jika kita adalah pemula yang sama sekali belum memiliki gambaran tentang konsep foto produk. Kita bisa dengan mudah menemukannya di situs resmi mereka atau cukup lihat di feed instagram.

10. Bersihkan Lensa

Smartphone adalah item yang mudah dibawa kemana-mana di dalam saku, tas, atau bahkan digenggam dengan tangan yang kotor. Jadi sebelum mulai mengambil foto, kita harus pastikan dulu jika lensa kamera pada smartphone sudah dalam keadaan bersih dari debu, kotoran, atau noda lain apapun.

11. Edit Foto Tapi Jangan Berlebihan

Saat proses editing, sebaiknya kita tidak menggunakan smartphone ya, karena kita bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dengan software edit foto komputer seperti Photoshop, GIMP, atau Darktable.

Selain itu, kita juga tidak boleh berlebihan saat melakukan pengeditan. Fungsi dari pengeditan ini adalah menyempurnakan foto, bukan menurunkan kualitasnya atau bahkan membuat produk dalam foto tidak menonjol lagi karena kita menambahkan terlalu banyak filter.

Saat akan menerapkan fitur crop misalnya, kita tidak boleh memotong terlalu banyak. Kenapa? Karena foto yang diambil dengan kamera smartphone memiliki jumlah piksel yang terbatas, jadi jika kita memotongnya terlalu banyak, resolusi foto akan semakin rendah.

Baca Juga :

Cara membuat foto produk menarik hanya dengan HP tidak sesusah yang kita bayangkan kok. Kita hanya perlu tahu beberapa triknya dan rajin berlatih agar keterampilan yang kita miliki bisa terasah. Jadi, berinvestasi pada keterampilan akan lebih berguna daripada memaksakan diri membeli kamera mahal.

Leave a Comment