10 Cara Foto Produk Jilbab untuk Pemula

Foto Produk Jilbab, Ingin memulai bisnis online di bulan puasa? Berjualan jilbab adalah salah satu opsi paling tepat nih. Saat hari biasa saja, jilbab selalu dibutuhkan, apalagi saat ramadhan dan menjelang lebaran. Tapi sebelumnya, kita harus tahu dulu nih, bagaimana cara foto produk jilbab agar tampak bagus di mata calon pembeli.

Karena sebagus apapun kualitas jilbab yang kita jual, jika foto yang kita tampilkan jelek, maka calon pembeli akan menganggap bahwa jilbab tersebut memang jelek, begitu juga sebaliknya. Jadi, kunci utama untuk menarik pelanggan online adalah memasang foto yang bagus dan terlihat berkualitas. 

Cara Foto Produk Jilbab

1. Perhatikan Background dari Foto Produk Hijab

Trik pertama dan paling dasar dalam dunia fotografi adalah memilih background. Background putih polos tidak pernah gagal untuk menampilkan produk apapun agar terlihat lebih menonjol.

Apalagi jika kita menjual jilbab yang merupakan produk beraneka warna dan motif, background putih adalah pilihan terbaik karena akan cocok dengan semua warna dan pola. Kita bisa menggunakan lembaran kain, kertas karton, karpet putih berbulu, atau bahkan lantai rumah yang warnanya memang sudah putih.

Baca Juga :

2. Atur Pencahayaan dengan Benar pada Produk Hijab

Jika belum memiliki studio foto dan peralatannya termasuk lampu foto atau ring light, maka kita bisa menggunakan pencahayaan alami yang gratis dan bisa menghasilkan efek cahaya yang lebih bagus daripada lampu.

Jika kita memotret jilbab di dalam ruangan l, maka atur latar belakang putih polos tadi dekat dengan jendela di sisi kiri atau kanan, kemudian tempatkan reflektor putih di sisi yang berlawanan.

Meski tampak sederhana, tapi inilah cara paling ampuh untuk membuat foto jilbab kita memiliki cahaya yang merata dan tanpa bayangan. Foto seperti inilah yang akhirnya menampilkan kesan berkualitas dan seolah-olah dipotret oleh fotografer berpengalaman.

Tapi jika ingin memfoto di luar ruangan, maka kita harus pandai memilih lokasi. Opsi terbaik adalah sudut yang terkena banyak cahaya matahari tapi tidak menyilaukan.

Cahaya yang berlebihan / terlalu banyak bisa membuat warna jilbab kita tampak berbeda saat di kamera dan beresiko untuk mendapat komplain dari pembeli karena mereka menganggap bahwa warna yang dikirim tidak sesuai dengan yang ada di foto.

Waktu terbaik untuk pengambilan foto outdoor adalah pagi (sekitar jam 7-9) atau sore (jam 4-5) saat matahari menghasilkan semburat cahaya yang lembut dan tampak hangat. Dengan kata lain, jangan lakukan sesi foto saat siang hari ketika matahari sedang sangat terik.

3. Aktifkan Fitur HDR

High Dynamic Range atau biasa disingkat HDR adalah salah satu fitur umum pada kamera yang fungsinya adalah membantu kita menghasilkan foto dengan tampilan yang lebih baik.

Saat memotret dengan mode HDR, sebenarnya perangkat kita bukan memotret satu gambar melainkan tiga sekaligus, dan ketiganya diambil pada eksposur yang berbeda untuk selanjutnya perangkat memilih secara otomatis satu foto yang terbaik.

Secara singkat dan sederhana, memotret jilbab dengan mode HDR akan membantu kita menghasilkan foto yang lebih hidup dan dengan detail warna yang indah.

4. Pikirkan Konsep Untuk Foto Produk Hijab

Sebelum memulai sesi foto, kita harus pikirkan dulu nih konsep atau tema dari foto jilbab tersebut, kemudian siapkan juga semua properti yang dibutuhkan mulai dari background, reflektor, dan semua item pemanis lainnya.

Konsep foto jilbab ada banyak sekali di internet, jadi jika masih bingung atau bahkan belum memiliki tema sama sekali, kita bisa langsung searching di Google atau buka media sosial yang kaya foto seperti Instagram dan Pinterest.

5. Tampilkan Detail Produk Hijab

Hampir seluruh calon pembeli online ingin memastikan kualitas suatu produk yang akan dibeli sebelum mereka benar-benar membayarnya, termasuk jilbab. Tapi karena tidak bisa disentuh, kualitas jilbab online hanya bisa dipastikan dengan melihat fotonya.

Cara terbaik untuk memberikan gambaran kualitas jilbab kepada pembeli adalah dengan menampilkan detail jilbab, seperti serat kain, detail jahitan, foto pola / motif dari dekat, dan hal-hal lain yang sejenis.

6. Nonaktifkan Fitur Zoom

Jika kita ingin menghasilkan foto jilbab yang mirip dengan produk kelas atas, maka jangan pernah sekalipun menggunakan fitur zoom. Fitur yang satu ini memang memudahkan kita untuk mengambil foto dari jarak jauh tanpa harus mendekat ke objek, tapi resolusinya juga akan pecah sehingga foto tampak jelek.

Jika ingin menampilkan detail jilbab, maka kita lah yang harus mendekatkan kamera ke objek, sehingga hasil foto akan tetap tajam dan jelas.

7. Gunakan Model

Selain memotret jilbab itu sendiri dan menampilkan detailnya, kita juga harus memotret jilbab saat dikenakan, jadi calon pembeli bisa memiliki gambaran saat mereka menggunakan jilbab tersebut. Modelnya tidak harus yang pro kok.

Agar menghemat budget, modelnya bisa salah satu anggota keluarga kita di rumah, teman dekat, tetangga, atau bahkan diri kita sendiri. Tapi sebelum memasangkan jilbab ke model, kita harus tahu dulu beberapa gaya jilbab yang tampak bagus terutama yang sedang tren, jadi tampilan seluruhnya akan stylish.

8. Foto dari Beberapa Angle Produk Hijab

Saat sesi pemotretan jilbab dengan model tadi, kita harus mengambil foto dari beberapa sudut agar calon pembeli bisa memiliki gambaran yang lebih baik tentang jilbab yang kita jual.

Misalnya saat model menggunakan jilbab tipe A dan kita mengambil foto dari belakang, calon pembeli bisa memiliki gambaran tentang panjang jilbab tersebut di bagian belakang. Begitu juga dengan sisi depan dan samping kanan kiri.

Selain itu, mengambil foto dari sejumlah sudut juga akan membuat kita menemukan sudut mana yang hasilnya paling bagus dan terbaik untuk ditampilkan sebagai cover dari jilbab yang kita jual.

9. Gunakan Pengaturan Kamera Semaksimal Mungkin

Agar bisa menghasilkan foto yang benar-benar bagus, kita perlu mengenali pengaturan kamera yang kita gunakan, baik dengan smartphone atau pun DSLR.

Jadi sebelum benar-benar mengambil foto, kita harus praktek foto objek lain dulu dan mainkan pengaturan serta fitur yang ada di kamera tersebut, mulai dari fitur DR tadi, fitur grid, shutter shoot, filter, panorama, eksposur, dan semua fitur-fitur lain.

10. Tambahkan Watermark Pada Foto Produk Hijab

Foto jilbab yang sudah sangat bagus dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar saat proses pengambilan foto pastinya tidak akan rela jika digunakan oleh penjual lain kan?

Karena itu, setiap foto yang kita posting harus ditambahkan watermark berupa nama toko kita. Posisi dari watermark ini juga harus tepat ya, jangan di pojok atau di bagian bawah / atas, karena nantinya bisa dengan mudah di crop.

Baca Juga :

Posisi paling tepat adalah di tengah-tengah foto. Tapi agar tidak merusak objek, ukuran dan warna dari watermark ini harus tepat. Kita harus menggunakan satu warna saja dan dengan jenis font yang mudah dibaca, bukan yang alay atau sangat artistik, karena hanya akan merusak kualitas foto objek kita. Setelah memahami sepuluh cara foto produk jilbab di atas, kita perlu berlatih sesering mungkin agar bisa menghasilkan foto yang benar-benar bagus. Karena teori sebagus apapun tidak akan berhasil jika kita tidak giat berlatih.

About Shunt Magetan

SHUNT Magetan | #MadingDigitalUntukGenerasiMilenial | Memuat semua informasi bermanfaat kepada khalayak umum, khususnya generasi muda tentang Magetan, Teknologi, Bisnis, Karir, Gaya Hidup, Kesehatan, Keterampilan dan Hiburan.

View all posts by Shunt Magetan

Leave a Comment