Belajar Fotografi Dengan HP Untuk Pemula

Belajar Fotografi Dengan HP Untuk Pemula

Dalam belajar fotografi dasar untuk pemula dengan hp, setidaknya kamu harus tau beberapa hal seperti teknik dasar fotografi, teknik lighting atau pencahayaan baik indoor maupun outdoor, komposisi fotografi serta aplikasi fotografi dan aplikasi editing foto terbaik di smartphone yang harus kamu miliki, agar foto-foto yang kamu hasilkan dapat maksimal.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa saat ini kita ada dijaman yang hampir setiap saat bergelut dengan yang namanya kamera dan foto. Bagaimana tidak, semua smartphone saat ini sudah dilengkapi dengan kamera, bahkan dalam satu smartphone ada beberapa kamera dan jenis lensanya.

Tidak hanya itu, kehadiran sosial media juga menjadi salah satu faktor yang membuat kita ikutan untuk memfoto dan mengupload apapun, mulai selfi (swafoto), pemandangan (landscape), makanan, produk dan objek-objek lainnya.

Oleh karena itu artikel belajar fotografi ini hadir, agar setiap foto yang kamu hasilkan tidak hanya bagus secara gambar tapi juga nilai keindahan (orang bilang aesthetic). Ada beberapa hal paling dasar yang akan diuraikan dalam artikel ini. Apa saja itu? Yuk baca hingga akhir.

Jenis-jenis Fotografi

Berbicara tentang jenis fotografi bisa dibilang tidak akan ada habisnya karena bisa bertambah seiring kekhususan tema yang di foto. Sebut saja fotografi jurnalistik dan fotografi perang, dimana foto-foto yang dihasilkan berupa berita, Meskipun sama-sama berita namun foto jurnalitik lebih umum sedangkan fotografi perang lebih fokus pada segala hal yang terjadi pada perang.

Tapi untuk dasar kita cukup tau 10 jenis fotografi yang umum kita temui.

1. Portait Fotografi

Portait fotografi yang berfokus pada ekspresi wajah objek, seperti bahagia, sedih, bingung, panik dan lain-lain sehingga tampak lebih hidup meskipun background biasa-biasa saja.

2. Still Life Fotografi

Still Life Fotografi merupakan jenis fotografi yang berfokus pada benda-benda mati, lebih lanjut jenis ini sering digunakan untuk foto produk, dimana hasil fotonya lebih menonjolkan produk dan memunculkan kesan benda tersebut punya sebuah cerita atau pesan.

3. Landscape Fotografi

Seperti namanya, landscape fotografi merupakan jenis fotografi yang berfokus pada pemandangan atau keindahan-keindahan alam.

Mungkin terdengar mudah, tapi pada momen-momen tertentu kamu harus memiliki usaha yang ekstra untuk mendapatkannya.

4. Food Fotografi

Food fotografi merupakan jenis fotografi yang berfokus pada makanan dan minuman, tidak sembarang, karena dalam food fotografi memiliki teknik-teknik khusus agar makanan atau minuman yang difoto mampu membangkitkan selera orang yang melihatnya.

Jika hasil fotomu belum mampu menggugah selera orang yang melihat, berarti fotomu gagal.

5. Sport Fotografi

Sport Fotografi adalah jenis fotografi yang aktif dalam menangkap momen-momen luar biasa dikegiatan olahraga. Disini fotografer dituntut untuk selalu siap dan peka terhadap momen yang muncul.

6. Makro Fotografi

Makro fotografi merupakan jenis fotografi yang aktif memotret benda atau objek dengan jarak dekat untuk mendapatkan detail dari sebuah objek.

7. Street Fotografi

sc: trisoenoe.com

Street fotografi adalah jenis fotografi yang senang menangkap aktifitas dan momen-momen yang ada di jalanan. Bagi kamu yang kemana-mana membawa kamera, kamu bisa mencoba jenis fotografi ini.

8. Fashion Fotografi

Fashion fotografi merupakan jenis fotografi yang menggunakan model yang sudah disiapkan. Fotografi jenis ini biasa menggunakan skenario, kostum, atau aksesoris yang sudah diatur untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Fotografi jenis ini juga sering digunakan untuk foto produk atau foto iklan.

9. Jurnalistik Fotografi

Jurnalistik fotografi atau fotografi berita merupakan jenis fotografi yang aktif menangkap momen-momen atau kejadian-kejadian yang ditujukan untuk berita.

Biasanya foto ini disajikan apa adanya dan tanpa editing berlebihan.

10. Dokumenter Fotografi

sc: potreta.com

Dokumenter fotografi sama seperti halnya jurnalistik fotografi, namun lebih berfokus pada suatu tema tertentu dengan menampakan momen, kejadian yang lengkap.

Biasanya setiap hasil foto akan diberikan catatan singkat untuk memberikan informasi yang lebih detail.

Beberapa Istilah Umum Dalam Fotografi

ISO

ISO adalah ukuran untuk sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. ISO diberi nilai 100, 200, 400, 800 dan seterusnya. Semakin besar nilainya semakin sensitif. Semakin sensitif sensor terhadap cahaya, maka foto yang dihasilkan semakin terang.

Shutter Speed

Shutter Speed merupakan istilah untuk menilai seberapa lama sensor kamera terbuka. Ukurannya bernilai seper sekian, contoh 1/500s, 1/250s, 1/250s. Semakin besar nilai pembaginya, semakin singkat sensor terbuka. Semakin kecil nilai pembaginya, semakin lama sensor terbuka.

Mudahnya, 1/500s itu lebih cepat dibanding 1/250s. Dan semakin lama sensor terbuka, semakin banyak cahaya masuk dan semakin terlihat objek yang difoto.

Jika shutter speed semakin lama/lambat, maka objek tidak boleh bergerak, jika bergerak hasil foto akan blur.

Aperture (Bukaan Diafragma)

Aperture atau bukaan diafragma merupakan pengatur cahaya yang masuk kesensor kamera. Semakin besar Aperture maka semakin luas dan semakin banyak yang masuk, namun hasil foto kurang tajam.

Sementara semakin kecil nilai aperture, maka semakin sempit dan semakin sedikit cahaya yang masuk. Namun hasil foto jadi lebih tajam.

ISO, Shutter Speed dan Aperture merupakan 3 serangkai yang perlu diotak atik untuk mendapatkan hasil foto yang bagus.

Aperture diberikan simbol F, dimana F ini memiliki nilai F/1.8, F/2.8, F/4 dan seterusnya. Semakin besar nilai pembagi F, maka bukaan diafragma semakin sempit. Semakin kecil nilai pembagi F, maka bukaan semakin lebar.

Dan semakin lebar bukaan, maka hasil foto akan semakin luas, namun tidak detail. Sebaliknya, semakin sempit bukaan, maka hasil foto akan fokus pada titik tertentu dan sisanya akan blur (bokeh)

Focus

Focus adalah area yang menjadi tujuan foto, ketika fokus ini diletakan pada suatu area, maka area tersebut akan lebih detail dibandingkan area yang lain.

Focal Length

Focal Length merupakan kapasitas zoom suatu lensa yang diberi satuan mm. Untuk beberapa lensa diberikan range focal length seperti 10-18mm, 18-35mm, 200-500mm. 

Semakin kecil nilai focal length, semakin luas (wide) area yang difoto, dan semakin besar nilai focal length, semakin sempit/dekat/ngezoom area yang difoto.

Exposure

Exposure merupakan istilah untuk menilai jumlah cahaya yang masuk pada sensor kamera, ketika cahaya yang masuk terlalu banyak (foto jadi terlalu terang) akan disebut over exposure. Sedangkan kekurangan cahaya (foto jadi gelap) akan disebut under exposure.

Dan jika hasil foto sudah pas( seperti objek aslinya ) disebut correct exposure.

White Balance

White Balance merupakan istilah untuk mengatur susunan warna pada kamera dengan mengatur warna putih agar hasil foto tampak real. 

Backlight

Backlight merupakan istilah untuk hasil foto yang backgroundnya terlalu terang dan objeknya menjadi gelap. Biasa terjadi saat kita memfoto objek yang membelakangi sumber cahaya.

Over

Over atau over exposure adalah istilah untuk foto yang terlalu terang dan tampak terlalu putih dibandingkan aslinya.

Noise

Noise adalah istilah untuk hasil foto yang memiliki tiktik atau butiran-butiran warna yang muncul pada foto karena intensitas cahaya yang rendah.

Bokeh

Bokeh merupakan hasil foto yang fokus, jelas dan detail pada objek paling depan, sementara background jadi blur.

Teknik Dasar Fotografi

Di dalam fotografi terdapat beberapa teknik yang umum digunakan oleh para fotografer, dan teknik-teknik ini harus kamu kuasai.

Teknik Zooming

Teknik zooming merupakan teknik yang menghasilkan foto, dimana foto tampak seperti terhisap. 

Teknik ini umum dipakai menggunakan kamera DSLR dengan lensa yang bisa zoom in zoom out secara manual. Kenapa harus manual? Karena saat memfoto kita akan memutar pengaturan zoom.

Lalu bagaimana melakukannya jika kita cuma punya HP? 

Untuk menggunakan teknik zooming ini dengan HP sangat mudah, pertama  atur shutter speed sedikit lambat, tekan shutter lalu kamu bisa mendekat atau menjauh dari objek foto sebelum proses penangkapan objek selesai.

Teknik Panning

Teknik panning merupakan teknik yang menghasilkan gambar dengan background kabur/bergerak sedangkan objek foto jelas. Tujuan teknik ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang bergerak.

Untuk melakukan teknik ini cukup mudah, pertama atur shutter speed agak lambat, lalu ikuti pergerakan objek, kemudian pada titik tertentu kamu tekan tombol shutter.

Teknik Freezing

Kebalikan dari teknik panning, jika panning bertujuan menunjukkan objek sedang bergerak. Teknik Freezing justru menunjukan foto seakan-akan waktu berhenti.

Caranya cukup simple, atur shutter speed ke mode paling cepat. Lalu foto objek atau kejadian yang kamu inginkan.

Teknik Makro

Makro ( DOF Sempit )

teknik ini merupakan teknik memfoto yang membutuhkan lensa khusus karena kita akan memfoto objek-objek kecil agar tampak lebih jelas dan detail.

Teknik ini merupakan percabangan dari teknik depth of field (DOF), dimana kita perlu mengatur apakah menggunakan DOF lebar atau sempit.

DOF Lebar

Teknik Siluet

Siluet merupakan teknik yang memanfaatkan hasil foto yang Under Exposure, dimana objek tampak gelap dan background tampak jelas. 

Teknik ini biasa digunakan untuk memfoto pemandangan.

Teknik Bulb atau Long Exposure

Pernah melihat foto jalanan dengan garis-garis lampu? Atau foto yang tulisan dari lampu?

Nah itulah teknik Bulb atau teknik Long Exposure, dimana teknik ini menggunakan pengaturan shutter speed yang sangat lambat, sehingga benda-benda yang tertangkap oleh kamera jadi kabur.

Selain dapat menghasilkan garis-garis lampu, teknik ini juga bermanfaat untuk menghilangkan benda-benda bergerak sehingga area yang difoto tampak sepi.

Teknik Depth Of Field

DOF Lebar

Teknik Depth Of Field (DOF) merupakan teknik yang bekerja dengan memanfaatkan pengaturan Aperture (F) dimana dapat menghasilkan foto bokeh dan terlihat semua dari objek hingga background.

Untuk mendapatkan hasil bokeh, kamu perlu mendekatkan kamera dengan objek dan mengatur F ke ukuran paling kecil, atau biasa bukaan Besar.

DOF Sempit (Bokeh)

Untuk hasil yang luas, kamu bisa mendekatkan kamera dengan objek dan mengatur F ke ukuran paling besar, atau biasa disebut bukaan kecil.

Kok terbalik? Sebenarnya tidak, karena prinsipkan adalah pembagian, dimana ⅛ hasilnya lebih besar dibandingkan 1/32. Makanya angka kecil disebut bukaan besar, dan angka besar disebut bukaan kecil.

Teknik Lighting atau Pencahayaan Fotografi Dasar

Terdapat 5 Teknik lighting atau pencahayaan dalam fotografi baik untuk indoor maupun outdoor. 

5 teknik tersebut dibedakan berdasarkan sumber datangnya cahaya, baik itu dari cahaya buatan (lampu) ataupun cahaya alami (matahari).

sc: maryatiningtyas.blogspot.com

5 Teknik Pencahayaan Fotografi tersebut diantaranya :

  1. Front Light : sumber cahaya tepat berada di depan objek.
  2. Oval Light : sumber cahaya datang dari sudut objek, kira-kira ¾, dengan harapan terbentuk sedikit bayangan di belakang objek.
  3. Side Light : sumber cahaya tepat disamping objek, posisi ini diharapkan dapat membentuk bayangan setengah dari objek yang difoto.
  4. Rim Light : sumber cahaya berada kurang lebih ¼ atau disudut belakang objek, baik disebelah kanan ataupun kiri. Posisi ini diharapkan dapat membentuk garis bayangan 
  5. Back Light : sumber cahaya berada tepat di belakang objek, sehingga bagian depan sepenuhnya gelap namun di akan tercipta garis yang membentuk objek dengan sangat jelas.

Komposisi Fotografi

Komposisi dalam fotografi sangatlah penting karena dapat membuat foto tampak aesthetic dan enak dipandang. Serta membantu orang yang melihat foto lebih mudah menemukan pesan dan kesan foto.

Pada dasarnya komposisi fotografi menganut aturan kesederhanaan dan keseimbangan sehingga foto tampak menarik dan mudah dipahami.

Berikut ada beberapa komposisi foto yang paling sering digunakan dalam fotografi:

Komposisi foto Rule of third

Rule of third merupakan komposisi paling dasar yang wajib kamu pahami. Teknik ini membagi  area foto menjadi 9 kotak sama besar dan menaruh point of interest (POI) di garis atau titik pada bidang yang terbagi menjadi 3.

Pada layar terdapat 4 titik POI, sedangkan interesting lines dibagi menjadi 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal. Biar lebih jelas lihat gambar diatas.

Komposisi foto Pattern and repetition

Komposisi ini memanfaatkan objek-objek atau benda-benda yang memiliki pola yang berulang, sehingga tampak lebih menarik.

Komposisi foto Framing

Komposisi framing, merupakan komposisi yang memanfaatkan benda atau elemen-elemen yang tersusun secara alami di depan objek foto, sehingga seolah-olah objek foto memiliki frame.

Komposisi foto Leading lines

Leading lines adalah komposisi foto membentuk sebuah garis,  yang mengarahkan mata kita melihat objek yang menjadi POI.

Teknik ini cocok untuk mengambil gambar yang mengandung unsur garis lurus seperti jembatan, dinding, ataupun jalan yang dapat menuntun mata pada POI diujung garis.

Komposisi foto Diagonal

Komposisi diagonal merupakan komposisi yang memanfaatkan elemen-elemen alami yang seolah-olah membentuk garis diagonal, dan membuat foto seolah-olah terbagi menjadi 2.

Komposisi foto Symmetry

Seperti namanya, Symmetry atau simetris merupakan komposisi yang membagi foto secara seimbang kiri dan kanan sehingga tampak seperti pantulan cermin.

Komposisi foto Asimetry

Jika Komposisi simetris membagi foto secara seimbang. Komposisi Asimetris justru membagi foto jadi tidak seimbang. Apakah hasilnya bagus? Lihat saja contoh di atas.

Komposisi foto Fill the frame

Komposisi ini memasukan objek foto memenuhi area/frame kamera, semacam foto close up.

Komposisi foto Dead center composition

Komposisi ini menempatkan objek foto di area yang luas dan tidak ada benda lain. Sehingga objek foto tampak lebih menonjol dan orang yang melihat akan langsung tertuju pada objek.

Golden Shape

Golden Shape merupakan komposisi yang membagi foto menjadi 2 bagian (50:50) yang kontras dan membentuk satu kesatuan. Seolah-olah ada area positif dan area negative.

Aplikasi Fotografi Terbaik Untuk Android

Beberapa kamera pada hp atau smartphone terbaru memang sudah ada mode pro, dimana mode tersebut memungkinkan kita untuk mengatur ISO, Shutter Speed dan White Balance, namun bagaimana jika hp kita belum ada mode tersebut? Tenang ada aplikasi-aplikasi gratis yang bisa kita gunakan. Diantaranya adalah :

  • Camera FV-5
  • Camera MX
  • HedgeCam 2 : Advanced Camera
  • Open Camera
  • ProCapture

Teknik Fotografi Produk

Dalam fotografi produk tidak jauh beda dengan fotografi pada umumnya, hanya saja dalam fotografi produk lebih berfokus pada sebuah produk dan detail-detail tertentu agar lebih menonjol. Sehingga teknik-tekniknya pun sama. Dimana kita bermain di beberapa hal seperti pencahayaan, fokus, komposisi, angle dan beberapa trik bergantung pada konsep foto produknya.

Agar lebih mudah, kita akan langsung pada contoh.

Tips Fotografi Produk Secara Umum

Untuk memperoleh hasil yang lebih baik ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Diantaranya :

1. Menggunakan Background Yang tepat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa gambar latar sangat penting untuk foto produk, selain mempercantik foto, background dapat menonjolkan produk dan membuat produk lebih bernyawa.

Kamu bisa menggunakan berbagai macam background, mulai background alami ataupun buatan seperti fotobox, kertas karton, kain motif atau lainnya, Asal sesuai dengan tema dan tujuan foto.

2. Menggunakan Pernak Pernik

Yang tidak kalah penting dalam foto produk adalah pernak pernik atau aksesoris. Selain mempercantik foto, aksesoris ini juga dapat memberi kesan-kesan tertentu. 

Misalkan saja produk sabun, biasanya akan menggunakan bunga sebagai salah satu aksesoris dengan tujuan bahwa produk sabun tersebut memiliki wangi sewangi bunga atau sama dengan wangi bunga.

3. Gunakan pencahayaan yang tepat

Foto dan cahaya bagaikan jiwa dan raga yang tidak bisa dipisahkan, namun jika kamu salah menempatkan cahaya foto produk yang dihasilkan akan tampak biasa saja kadang malah terlihat jelek.

Oleh karena itu perhatikan dengan benar arah datangnya cahaya, seberapa terang, dan perhatikan juga bayangan yang dihasilkan apakah menutupi produk atau pernak-pernik didekatnya, atau malah merusak keindahan.

4. Pertimbangkan untuk menggunakan refrektor

Reflektor adalah alat untuk memantulkan cahaya agar cahaya dapat menerangi area-area yang membutuhkan cahaya. 

Untuk mendapatkan reflektor ini Kamu bisa membeli di marketplace atau toko-toko online yang ada saat ini. Atau jika kamu belum ingin membeli kamu juga bisa memanfaatkan kertas hvs atau sterofoam yang berwarna putih. 

5. Sertakan Pembanding Ukuran

Untuk produk-produk tertentu kamu harus menyertakan pembanding ukuran agar orang yang melihat foto produk dapat memperkirakan seberapa besar produk tersebut.

Misalkan saja produkmu adalah tas selempang, selain foto produknya, kamu harus menyertakan benda lain yang umum dimiliki orang tepat disamping tas tersebut. Sehingga tampak perbedaan ukurannya.

6. Pertimbangkan Untuk Menggunakan Model

Dengan menggunakan model produkmu akan tampak lebih baik, karena secara tidak langsung orang yang melihat akan membayangkan model itu adalah dirinya.

Oleh karena itu pastikan model yang kamu pilih sesuai dengan tema produkmu.

7. Hindari Penggunaan Filter dan Zoom

Filter dan Zoom memang sangat bagus, namun tidak untuk foto produk, karena hasil foto produk akan di edit lagi, jika hasil foto sudah difilter atau dizoom, hasil foto akan susah untuk diedit.

Agar foto terlihat dekat kamu harus mendekat keproduk atau objek foto, jangan di Zoom.

8. Ambil Foto dari Beberapa Sudut.

Angle atau Sudut pengambilan gambar itu sangat penting, agar hasil foto lebih hidup. Dalam fotografi produk juga seperti itu.

Jadi kamu harus mengambil beberapa foto dari berbagai sudut seperti tampak depan, samping, belakang, atas, dalam dan detail tertentu pada produk agar orang dapat melihat produk lebih jelas dan menyeluruh.

9. Lakukan Retouch dan Editing

Untuk hasil yang lebih baik kita harus melakukan retouch atau perbaikan warna dan detail foto, serta mengedit foto agar hasil dapat sesuai dengan keinginan kita.

Aplikasi Edit Foto Terbaik

Bagi kamu yang ingin melakukan retouch atau editing foto melalui hp, kamu bisa menggunakan salah satu atau semua aplikasi-aplikasi editing foto terbaik berikut ini.

  • Adobe Lightroom
  • Adobe Photoshop Express
  • Snapseed
  • Pixlr
  • PhotoRoom
Wicaksono

Penulis Rubrik Teknologi, Upgrade Diri dan Bisnis

Post Comment